Tiga Resolusi Sederhana yang Mempermudah Hidup Orang Lain

Kindness is shown by simple acts

Tahun baru identik dengan “resolusi”. Resolusi bisa berarti suatu pencapaian yang ingin kita peroleh atau kebiasaan baru yang ingin kita lakukan secara konsisten di tahun yang baru. Resolusi juga lebih banyak bersifat pribadi, jarang kita mendengar seseorang membuat resolusi yang berkaitan dengan orang lain terlebih dengan orang yang tidak dikenal.

Di tulisan awal tahun 2019 ini, saya ingin berbagi tiga resolusi (lebih tepatnya kebiasaan) yang berhubungan dengan orang lain di tempat umum. Tujuannya sederhana, saya ingin mempermudah kehidupan orang lain.

  1. Membersihkan bekas makanan atau minuman di restoran/cafe
    Saya belajar kebiasaan ini ketika saya sekolah di Jepang dulu. Di sana saya belajar bahwa adalah kewajiban kita untuk membersihkan bekas makanan atau minuman di restoran cepat saji (fast food). Salah satu ciri restoran cepat saji adalah kita harus memesan makanan di counter kemudian membawa makanan itu ke meja, bukan kita yang dilayani oleh pramusaji yang datang ke meja. Nah, sebetulnya adalah kewajiban kita untuk membersihkan bekas makanan atau minuman, bukan meninggalkannya di meja. Ciri lainnya dari restoran cepat saji adalah adanya kotak sampah di mana kita harus membuang sisa dan bungkus makanan kemudian menyimpan baki pada tempatnya. Banyak orang tidak mengerti akan hal ini. Dan apabila kita perhatikan, struk pembayaran dari restoran cepat saji tidak ada tarif untuk “service“, struk hanya mencatumkan harga total dan pajak restoran 10%. Why? Because it’s not their job to clean up our mess, we take the food and we are supposed to clean it up. Nah, kebiasaan itu sudah saya lakukan sejak tahun 2011, sejak saya pulang dari negeri sakura. Nah, di tahun ini saya ingin “memperluas” kebiasaan tersebut dengan menerapkannya di restoran non cepat saji. Di restoran seperti ini memang ada tarif service (biasanya 5%), namun saya ingin mempermudah pekerjaan pramusaji dengan mengumpulkan bekas makanan dan minuman pada satu spot/lokasi serta mengelompokan dan merapihkan peralatan makan (sendok, garpu, sumpit, mangkok, piring dsb). Terkadang kalau ada tumpahan air, saya juga membersihkannya dengan tissue. That’s the least I can do. Saya memang belum pernah bekerja di restoran, but I think the waiters work really hard on their day job. Let’s make their job easier.
  2. Membersihkan bekas makanan/minuman di bioskop
    Hari ini saya nonton Bumblebee di salah satu bioskop di Bandung (by the way it’s a good movie: heroic and emotional). Saya nonton pukul 18:30 dan saya perhatikan film sebelumnya di studio yang sama baru selesai pukul 18:20. Jadi, para petugas kebersihan hanya memiliki waktu 10 menit untuk membersihkan studio tersebut. Dan by the way, it’s the biggest studio of the theater. Saya jadi terbayang betapa repot dan lelahnya para petugas kebersihan tersebut ketika mereka membersihkan bekas popcorn, minuman bersoda yang ditinggal di kursi; belum lagi apabila ada yang tumpah dan mereka harus membersihkan di sela-sela kursi bioskop. Saya pikir apabila semua penonton membersihkan bekas makanan dan minumannya sendiri, pekerjaan petugas kebersihan tersebut bisa lebih ringan. Sekali lagi, those garbage are our mess and why should them who clean it up? Some people have enough money to afford the movie tickets and snacks, but they don’t have the manner! So, mari mulai kebiasaan yang bermartabat di bioskop dengan membersihkan bekas makanan dan minuman ketika meninggalkan studio. I think that’s not really hard to do.
  3. Membukakan pintu folding apabila ada orang di belakang
    Pintu folding adalah pintu yang biasanya ada tulisan “tarik” dan “dorong”, pintu ini biasanya terbuat dari kaca, agak berat untuk dibuka dan banyak dijumpai di tempat umum seperti bank dan mini market. Satu kebiasaan yang baik adalah ketika kita masuk atau keluar dari suatu tempat dengan pintu folding, kita sejenak melihat ke belakang dan apabila ada orang yang juga hendak masuk atau keluar kita menahan pintu folding tersebut. Kebiasaan ini saya pelajari ketika sekolah di Perancis, orang Perancis memiliki kebiasaan yang baik tersebut. Mereka dengan refleks melihat ke belakang setiap kali mereka masuk melalui pintu folding. Menurut saya ini suatu kebiasaan yang baik. Ada kemungkinan orang di belakang kita membawa banyak barang, membawa anak kecil atau seseorang dengan usia lanjut. Dengan semudah menahan pintu folding, rasanya kita sudah mempermudah hidup mereka. It’s just a simple manner that make life easier for others.

Tiga resolusi atau kebiasaan di atas memang tidak memiliki manfaat untuk kita. Bahkan mungkin apabila kita lakukan untuk pertama kali, kita akan merasa canggung. But, it is the right thing to do. Menurut saya, manner atau sopan santun bukanlah tentang kita, tapi tentang melakukan hal yang benar untuk orang lain, untuk lingkungan sosial yang lebih baik. Kita juga tidak mendapat manfaat secara langsung tapi justru membawa manfaat bagi orang lain. Menyebar kebaikan dan membuat perbedaan positif terkadang tidak melulu tentang hal yang besar namun justru tentang hal yang kecil, tindakan sederhana yang membawa manfaat dan mempermudah hidup orang lain.