Setelah SMA, kuliah atau kerja?

Pada Sabtu, 12 Januari 2019 saya akan berbagi tentang topik “Business vs College” kepada siswa dan siswi SMAK Gamaliel, Bandung. Sambil mempersiapkan sesi tersebut, saya mencoba menuliskan pemikiran saya di sini.

Semester genap tahun ajaran 2018/2019 telah dimulai dan bagi siswa-siswi SMU, ini adalah semester terakhir mereka di bangku SMA. Nah, menjelang persiapan ujian nasional, tentu siswa-siswi SMU ini sudah memikirkan mau ke mana setelah mereka lulus SMU. Setidaknya ada dua pilihan yang menjadi pertimbangan, yakni melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah atau langsung bekerja. Masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Menurut saya, apapun yang dipilih asalkan dikelola dengan baik maka pilihan manapun akan membawa manfaat.

Plus dan minus kuliah

Apabila seorang lulusan SMA memutuskan untuk kuliah, maka tentu ia harus mempersiapkan biayanya dan tentu biaya tersebut dikeluarkan oleh orang tua (atau keluarga lainnya). Kuliah juga merupakan pendidikan formal dengan hasil akhir tertulis berupa ijasah. Ijasah kurang lebih menggambarkan kemampuan seseorang yang dapat ia gunakan untuk melamar pekerjaan.

Kuliah juga membuat seseorang masih tergantung kepada orang lain, dalam hal ini kepada keluarga yang membiayai. Ia memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan perkuliahannya. Kuliah juga berarti menambah waktu untuk belajar (4-7 tahun maksimal) sebelum seseorang dapat bekerja dan mulai menghasilkan uang, namun tentu standar pendapatan seorang lulusa sarjana/diploma lebih baik daripada seseorang lulusan SMA.

Berkuliah juga berarti akses lebih terhadap pendidikan tinggi, dalam hal ini pengajaran dari dosen, dapat mengikuti kegiatan akademik yang dapat memperkaya pengetahuan, memliki referensi atau buku rujukan dan berada dalam lingkungan akademik yang dapat menstimulus kekayaan intelektual seseorang.

Mengenai karir, seorang lulusan sarjana atau diploma memiliki jenjang karir yang lebih jelas. Jenjang karir tersebut relevan apabila seseorang bekerja di suatu perusahaan dan memegang ijasah sarjana atau diploma menjadi batu pijakan awal pada jenjang karir tersebut.

Plus dan minus bekerja

Biasanya, seseorang memutuskan untuk bekerja setelah lulus SMA adalah karena faktor biaya. Kuliah memerlukan biaya yang besar sehingga wajar apabila seseorang memutuskan untuk langsung bekerja. Langsung bekerja juga berarti seseorang dapat langsung menghasilkan uang untuk kehidupannya atau membantu perekonomian keluarga.

Perlu disadari bahwa apabila seseorang yang memutuskan untuk langsung bekerja apabila ia bekerja kepada orang lain maka tingkat penghasilannya akan berada di bawah mereka yang lulusan sarjana atau diploma. Jenjang karir juga tentu berbeda. Maka menurut saya, seseorang yang memutuskan untuk langsung bekerja setelah SMA harus berorientasi wirausaha (memiliki usaha sendiri).

Mengenai pengetahuan, menurut saya sekarang pengetahuan sudah bukan menjadi privilege mereka yang memiliki biaya untuk kuliah. Pengetahuan saat ini sudah menjadi komoditas, yang artinya mudah untuk didapat. Saat ini, seseorang hanya perlu menggunakan internet untuk memperoleh pengetahuan. Ada banyak materi perkuliahan yang saat ini dapat diperoleh dengan gratis. Sebut saja ocw.mit.edu yang berisi materi dan video kuliah dari MIT atau coursera.org atau skillshare.com. Banyak orang di luar sana yang dengan murah hati berbagi pengetahuan dan dapat dimanfaatkan bagi mereka yang mau belajar.

Langsung bekerja juga berarti semakin cepat seseorang berinteraksi dan memiliki pengalaman dengan dunia “nyata”. Misalnya saja seseorang yang berkuliah tentang marketing atau bisnis mendapat pengetahuan formal namun tentu pengalaman belajarnya akan berbeda dengan mereka yang langsung berhubungan dengan pelanggan dan mengelola bisnis. Hal ini menjadi poin plus seseorang yang bekerja.

Kesempatan berkarya dan berusaha saat ini juga semakin terbuka. Seseorang dengan mudah dapat membuka toko online tanpa harus memiliki toko fisik. Dapat menjadi artis media sosial dengan mudah atau menjadi seorang youtuber. Kesempatan dan peluang tersebut dapat dimanfaatkan bagi mereka yang memutuskan untuk langsung bekerja setelah SMA.

Some further thinking

Di atas telah saya uraikan mengenai plus dan minus seseorang kuliah atau langsung bekerja. Pada sesi esok hari juga saya akan coba berbagi pemikiran sebagai berikut:

  1. Seseorang yang kuliah bukan berarti lebih berpendidikan dari mereka yang langsung bekerja. Menurut saya pendidikan itu bukan hanya tentang konten pengetahuan namun keinginan seseorang untuk belajar.
  2. Belajar bukan hanya di bangku kuliah. Seseorang yang ingin belajar dapat belajar dimanapun ia berada. Terlebih di zaman informasi saat ini, dimana pengetahuan sudah menjadi komoditas.
  3. Seseorang yang berkuliah bukan berarti akan memiliki sikap atau attitude yang lebih baik dari mereka yang tidak berkuliah. Sikap seringkali tidak berbanding lurus dengan tingginya pendidikan seseorang.
  4. Pernyataan: “Mereka yang tidak berkuliah (atau drop out) juga bisa sukses, sebut saja Steve Jobs, Bill Gates dll” bukanlah pernyataan yang valid untuk membenarkan seseorang tidak mau kuliah. Betul bahwa untuk sukses tidak perlu kuliah namun tidak bijak apabila kita menjadikan hal tersebut sebagai pembenaran.
  5. Pilihan kuliah atau kerja adalah tentang bagaimana seseorang mengelolanya sedemikian hingga membawa manfaat. Kita tidak bisa mengatur apa yang menimpa hidup kita, kita juga tidak bisa memilih di keluarga seperti apa kita dilahirkan. Yang bisa kita lakukan adalah mengelola apa yang sudah Tuhan berikan. Seseorang yang memiliki kesempatan untuk kuliah namun jika ia tidak bisa mengelolanya tentu akan menjadi sia-sia dan hanya sekedar membuang-buang uang. Di sisi lain, apabila seseorang yang langsung bekerja namun dapat mengelolanya dengan baik, ia akan menjadi orang yang sukses.

Pemikiran di atas hanyalah pemikiran pribadi yang bisa saya berikan. Pemikiran yang timbul karena saya diminta untuk membawakan sesi tentang topik “kuliah atau kerja”. Saya sendiri diberikan anugrah oleh Tuhan untuk dapat memperoleh pendidikan tinggi. Namun saya juga melihat orang lain yang tidak memiliki kesempatan berkuliah seperti saya menjadi orang yang sukses. Semuanya tergantung dari bagaimana kita mengelola apa yang Tuhan berikan.

Catatan: pada sesi tersebut ada beberapa hal yang bahas namun tidak dituliskan pada posting ini, antara lain:

  1. Kemungkinan untuk bekerja sambil kuliah
  2. Nekat untuk kuliah berbekal mencari beasiswa dan sambil bekerja
  3. Tips and trick belajar otodidak dan menghasilkan uang (berdasarkan apa yang saya tahu namun saya belum pernah melakukannya)

Slide sesi dapat diunduh di sini.