Q&A Kerja atau Kuliah?

Menyambung posting sebelumnya tentang kerja atau kuliah, di sini saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang sempat diajukan peserta seminar. Karena keterbatasan waktu sesi tadi pagi, pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak sempat dibahas. Berikut diantaranya:

Gimana kalau pilihan jurusan kuliah antara yang saya mau dengan yang orang tua mau berbeda?

Memilih jurusan kuliah merupakan pergumulan tersendiri dan alangkah baiknya apabila keputusan tersebut dibicarakan bersama dengan orang tua. Oleh karena itu, apabila pilihan jurusan kita berbeda dengan orang tua, sebaiknya bicarakan hal ini dengan baik. Kita sebagai anak harus dapat memberikan gambaran kepada orang tua jurusan seperti apa yang kita inginkan, pekerjaan seperti apa yang nanti akan dikerjakan setelah lulus dan mungkin hingga gambaran gaji dsb. Buat orang tua mengerti dengan pilihan kita. Bawa sebanyak mungkin bahan diskusi, seperti artikel di internet, kurikulum jurusan yang kita inginkan dan prospek kerja. Patut kita pahami juga bahwa orang tua kita mungkin kurang mendapat informasi yang menyeluruh, terlebih apabila mereka melihat stereotipe atau pengalaman orang lain. Dengan membawa informasi sebanyak mungkin, orang tua jadi mengerti bahwa kita memang benar-benar serius untuk memilih jurusan tersebut. Prinsipnya, buat keputusan bersama sehingga kita dan orang tua mendapat gambaran yang sama dan dapat menanggung konsekuensinya bersama.

Ka, bagaimana melibatkan ortu dalam perencanaan yg baik untuk kuliah atau kerja? Krn usia sma ga lepas dari peran ortu, lebih atau kurangnya?

Kuncinya ada di komunikasi. Ngobrol-lah yang banyak. Bahas sedetail mungkin rencana yang mao kita lakukan. Pertimbangkan baik-baik pilihan yang akan dipilih, entah itu bekerja atau kuliah, atau mungkin bekerja sambil kuliah. Cari waktu bersama dengan orang tua untuk membicarakan hal tersebut. Kalau orang tua kita sibuk, mintalah waktu dan agendakan waktu bersama untuk membicarakan rencana setelah SMA.

Bagaimana membuat orang tua saya mengerti apa yang saya inginkan dalam pemilihan jurusan. Tapi ortu inginnya di jurusan yang sama sekali tidak ada talent disitu

Saya rasa ini sama dengan pertanyaan di atas. Membuat orang tua mengerti memerlukan waktu. So, make time. Berikan bukti yang menyeluruh, apabila kita merasa bahwa kita tidak ada talenta di jurusan yang orang tua mau, berikan bukti berupa tes talenta atau kepribadian atau mungkin prestasi di SMA selama ini. Most likely, tes dan rekam jejak prestasi tersebut dapat menggambarkan talenta yang kita punya.

Apakah jika saya berkuliah d luar negeri bisa mendapatkan kerja paruh waktu di dalam atau di luar kampus? Karena saya ingin mencari tambahan biaya kuliah

Pada prinsipnya, di luar negeri kita dapat kuliah sambil kerja. Namun yang perlu diperhatikan setiap negara memiliki undang-undang ketenagakerjaannya sendiri. Biasanya undang-undang itu membatasi jumlah jam per minggu untuk kita bekerja. Di Jepang misalnya, dulu saya mendapat limit sekitar 16 jam/minggu untuk dapat bekerja karena status/visa saya adalah visa mahasiswa. Pelajari peluang kerja sambil kuliah di luar negeri dan perhatikan hukum yang mengatur hal tersebut.

Bagaimana caranya agar dimasa sekolah bisa sukses bisnis online? misalnya tipsnya… terima kasih

Saya tidak punya bisnis online. Namun ada begitu banyak ilmu tentang bisnis online di luar sana. Just Google it. Bisa juga mempelajarinya di skillshare.com tentang bisnis online, sehingga dapat memperoleh gambaran tentang bisnis tersebut. Lebih konkrit lagi, jangan malu bertanya dengan mereka yang sudah sukses, tanya bagaimana mereka mengelola waktu, mengelola uang, mengelola bisnisnya dan mengelola pelanggan.

Bagaimana kalau kita suka dan berpassion di suatu jurusan, tapi secara kemampuan mungkin tidak terlalu handal di jurusan itu?

Di seminar saya membahas tentang “passion”. Tentang bahayanya hanya mengandalkan “passion”. Setiap kesuksesan butuh hal yang lebih dari “passion”, yakni disiplin dan kerja keras. Ada kalanya kita merasa bosan dan jenuh di bidang yang kita sukai, tapi mau tidak mau kita harus tetap maju. Passion is mislead, passion hanyalah modal awal sisanya membutuhkan disiplin dan kerja keras. Tentang kemampuan bisa dilatih dan dipelajari, asalkan kita mau belajar dan memiliki pikiran yang terbuka.

Apakah kuliah menentukan kesuksesan ??? berkali kali ada yg bilang HARUS kuliah tapi diri sendiri gatau mau jurusan apa krn gatau passion nya apa

Kuliah tidak menentukan kesuksesan. Jika bingung tentang jurusan dan “passion”, silahkan lakukan beberapa hal praktis berikut ini:

  1. Ambil tes talenta
  2. Ambil tes kepribadian dan tempramen seperti DISC dan MBTI. Just Google it
  3. Catat hal apa saja yang orang lain puji dari diri kita. Di situlah letak keunikan kita. Tentunya yang positif.
  4. Explore minat dan hobi yang selama ini kita lakukan.
  5. Tuliskan 3 (tiga) hal dimana saat kita melakukannya, kita sampai lupa waktu (tentunya hal yang positif dan bernilai ekonomi)

Dengan melakukan hal tersebut, seharusnya kita memiliki gambaran keunikan kita. Dari situ kita bisa mencari jurusan yang sesuai dengan keunikan kita, maka besar kemungkinan kita bisa enjoy di jurusan yang kita pilih.

Apkh pilihan jurusan kuliah lbh baik mengikuti keinginan diri sndiri atau memilih jurusan yg sdng ramai skrng & lbh bnyk dipakai dlm dunia pekrjaan skrg? Ex. IT

Mengambil jurusan menurut keinginan sendiri atau jurusan yang sedang ramai memiliki plus dan minus masing-masing. Apabila kita mengambil jurusan berdasarkan minat dan pilihan kita sendiri, maka kemungkinan besar kita akan enjoy di jurusan tersebut namun belum tentu bukan jurusan yang populer. Apabila kita mengambil yang sedang ramai tentu saja peluang kerja lebih besar, namun jangan lupa ada kemungkinan tidak sesuai dengan minat, talenta dan kepribadian yang kita miliki. Oleh karena itu, pikirkan baik-baik setiap skenarionya.

Ingin kuliah tapi sambil menghasilkan uang supaya bisa bayar kuliah sendiri. Ada ide?

Saat ini ada banyak peluang bisnis. Saat ini tidak perlu memiliki toko fisik, namun kita bisa berjualan secara online. Sekali lagi just Google it. Gunakan informasi di internet untuk mencari peluang kerja/bisnis. Pelajari kemudian pertimbangkan baik dan buruknya serta hitung resikonya.

Kak gimana caranya kita tau jurusan kita, sedangkan sekolah hampir semua pel harus dipelajari. Rata” nilai itu ga memuaskan

Ambil tes talenta, karunia rohani, tes kepribadian seperti DISC, tes tempramen seperti MBTI. Tanya orang di sekeliling tentang keunikan kita menurut pandangan mereka. Baca banyak informasi tentang jurusan yang kita minati. Dari informasi-informasi tersebut, kita bisa memperoleh gambaran adn mengerucutkan pilihan jurusan yang ingin kita ambil.

Gimana cara enjoy kuliah di jurusan DKV, yg tugasnya selalu membuat jam tidur dikit (3jam) ?

Menurut saya kita ga bisa enjoy 100% di kuliah jurusan manapun. Kita akan selalu menemui kesulitan, kurang tidur, tugas yang banyak, ujian yang susah dsb. Intinya nothing comes easy, kita harus mau berjuang. Anak yang gampangan tidak akan menjadi anak yang tangguh. So, work hard !

gimana caranya mengelola waktu utk hidup sehat disaat kita memilih kuliah sambil kerja sedangkan waktu tidur pasti terganggu?

Jaga istirahat, jaga makan, jaga tidur. Sedapat mungkin cari pekerjaan yang jam kerjanya tidak berganti (shift malam/siang). Dengan demikian jam biologis tubuh kita bisa konsisten. Pelajari banyak cara untuk menjadi efektif dan efisien sehingga waktu sisa dapat kita gunakan untuk refreshing atau beristirahat. Jaga makanan, kalau bisa makan dengan makanan rumah dan tidak makan sembarangan. Ingat bahwa kesehatan merupakan modal terbesar kita untuk bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *