Mari membangun Indonesia: berpikir lebih dari sekedar lulus

foto oleh Timothy Austin @tim_austin1

Tanggal 7 Agustus 2017 yang lalu, saya berkesempatan untuk pertama kalinya menjadi fasilitator SINDU (Spiritualitas dan Nilai Nilai Dasar UNPAR) untuk para mahasiswa baru angkatan 2017 di kegiatan SIAP (Inisiasi dan Adaptasi) UNPAR. Kami para fasilitator harus menyampaikan 3 (tiga) modul tentang SINDU dan satu modul tentang wawasan kebangsaan.

Dalam SINDU, dikenal tiga nilai dasar dan tujuh prinsip etis yang digambarkan dengan simbol rumah Leuit (rumah trandisional sunda). Tentang wawasan kebangsaan, kami para fasilitator mengingatkan para mahasiswa baru tentang Bangsa Indonesia yang sangat beragam dan memiliki falsafah Pancasila sebagai dasar negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Wawasan kebangsaan menjadi sangat penting bagi mahasiswa baru yang harus paham bahwa bangsa ini adalah bangsa yang sangat beragam suku, bahasa, agama dan ras yang menjadi satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Satu hal yang saya tekankan kepada mahasiswa baru adalah ketika mereka menjalani proses perkuliahan, mereka harus punya mindset untuk lebih dari sekedar lulus dari UNPAR. Mereka harus memiliki mindset untuk ikut membangun negeri ini dengan keahlian yang akan mereka miliki setelah menempuh pendidikan di UNPAR.

ah, sudah lulus dari mata kuliah yang sulit pun sudah sangat bersyukur

Kata-kata di atas adalah kata-kata yang sering diucapkan mahasiswa apalagi ketika melewati mata kuliah yang tergolong sulit. Padahal, mata kuliah tersebut haruslah mereka pandang sebagai tools yang akan membuat hidup mereka berdampak bagi orang lain dan lebih luasnya terhadap bangsa ini.

Saya juga menekankan bahwa para mahasiswa baru ini memiliki tanggung jawab terhadap negara ini. Menjaga keutuhan negara dan menjadi berkat bagi negara melalui jurusan dan keahlian yang mereka pilih.

Mendidik mahasiswa untuk memiliki tanggung jawab bagi negaranya menjadi sebuah tantangan bagi universitas yang dikenal sebagai tempat dimana mahasiswa menjadi sangat individualis. Mahasiswa harus keluar dari keegoisan dirinya sendiri dan mulai belajar bertanggung jawab bagi negeri dimana mereka ada. Mahasiswa harus senantiasa mengingatkan diri mereka sendiri tentang tugas dan tanggung jawab tersebut setiap kali mereka mulai merasa lelah menjalani proses perkuliahan. Menurut saya, hal ini bisa menjadi self reminder yang memotivasi mahasiswa.

Para dosen pun sepatutnya membantu mengingatkan dengan menyinggung mengenai spirit kebangsaan dan membahas persoalan bangsa yang bisa ia dan mahasiswa kerjakan melalui keahlian yang dimiliki. Para dosen harus menjadi teladan dan melek terhadap persoalan bangsa dan mengajak mahasiswa untuk sama-sama berkontribusi bagi negara ini.

Bagi para mahasiswa, di hari ulang tahun kemerdekaan ke-72 hari ini kita sama-sama diingatkan bahwa anda memiliki tanggung jawab untuk lebih dari sekedar lulus, sekedar mencari pekerjaan dan sekedar menikmati hidup. Ada alasan Tuhan menempatkan anda di negeri ini dengan segala persoalan yang ada. Anda adalah harapan bangsa ini.

Dirgahayu Indonesia…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *