Manage it or Lose it

Pengantar
Bangsa Jepang terkenal dengan kebersihan, kerapihan, kedisiplinan dan ketertibannya. Tempat-tempat umum seperti stasiun dan kereta sangat terjaga kebersihannya. Pola hidup  tersebut ternyata sudah dibiasakan sejak kecil. Bangsa yang mayoritas penduduknya tidak mengenal Tuhan ternyata hidupnya sangat bersih, rapih, disiplin dan tertib.

Hidup sebagai pengelola
Tugas kita adalah mengelola apa yang Tuhan percayakan. Adam dipercaya Tuhan untuk mengelola taman eden.

“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” – Kejadian 2:15

Segala hal yang ada di tangan kita bukanlah milik kita, namun milik Allah. Kita hanya dipercaya untuk mengelolanya (we don’t own it, we entrusted it). Segala hal bicara tentang uang, waktu, hubungan sosial, barang-barang dan sebagainya. Walaupun kita menganggap diri kita tidak punya banyak, namun everyone of us responsible for something. Setiap kita bertanggungjawab akan sesuatu. Masing-masing kita memiliki 24 jam untuk dipergunakan dengan baik; masing-masing kita memiliki uang untuk dikelola baik itu dalam jumlah banyak atau sedikit.

Segala sesuatu yang tidak bisa kita kelola akan hilang
Either we manage it, or we lose it. Waktu yang tidak kita kelola akan hilang sia-sia. Pernahkah kita dalam satu hari merasa tidak melakukan banyak hal? Pernahkah kita menyia-nyiakan waktu yang sudah Tuhan berikan? Energi yang tidak kita kelola akan hilang. Kita seringkali menyia-nyiakan energi untuk melakukan aktivitas yang tidak berguna untuk kemudian tidak punya energi untuk aktivitas yang penting. Energi bicara soal tenaga secara fisik dan kemampuan berpikir kita. Uang yang tidak kita kelola akan hilang. Seringkali juga kita menyia-nyiakan uang dengan menghabiskannya mengikuti keinginan mata.

“Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.” – Matius 25:28

Kita belajar dari perumpamaan tentang talenta bahwa talenta yang dititipkan hamba yang jahat dan malas diberikan kepada hamba yang dapat mengelola lima talenta. Segala sesuatu yang tidak bisa kita kelola akan hilang. Segala sesuatu yang tidak bisa kita kelola suatu saat juga akan diberikan kepada orang lain yang dapat mengelolanya.

Apabila kita bisa kelola segala sesuatu, maka kita akan dipercayakan lebih
Perumpamaan tentang talenta juga bicara tentang kepercayaan. Apabila kita setia dalam perkara kecil, maka kita akan diberikan kepercayaan untuk mengelola hal yang besar. Jadi don’t even dream untuk punya hal-hal besar kalau hal yang kecil tidak bisa kita kelola dengan baik. Jangan punya mimpi punya uang banyak apabila yang sedikit tidak bisa kita kelola. Jangan punya mimpi memiliki pekerjaan yang besar apabila pekerjaan kecil tidak bisa kita kelola dengan baik. Banyak orang yang mengeluh tentang hal kecil yang ia punya, padahal hal kecil tersebut adalah kepercayaan yang Tuhan berikan.

Setiap kita diberi sesuai dengan kapasitas kita
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. – Matius 25:15

Masing-masing kita memiliki hal yang harus kita kelola, dan hal tersebut Tuhan berikan sesuai dengan kesanggupan kita. Maka apabila kita belum dipercaya untuk mengelola hal yang besar, artinya memang kita belum sanggup. Kesanggupan bicara soal kapasitas seseorang. Kapasitas untuk mengelola pekerjaan, waktu dan uang. Kapasitas juga bicara soal kemampuan seseorang untuk menampung dan mengelola hal yang dipercayakan kepadanya. Tugas kita adalah memperbesar kapasitas yang kita miliki. Caranya sederhana yakni berlatih mengelola apa yang Tuhan percayakan kepada kita.

Baik dan setia berarti produktif dan berbuah
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. – Matius 25:23

Baik dan setia berarti berbuah dan produktif. Baik dan setia berarti untung. Ini yang kita baca dari Alkitab tentang pengertian baik dan setia. Namun seringkali kita mendapat pemahaman yang berbeda tentang kesetiaan; kita pikir setia berarti selalu ada pada tanggung jawab yang sama. Kita pikir setia berarti mengelola hal yang sama terus menerus, padahal setia yang kita baca di Alkitab bicara soal produktif dan berbuah.

Tiga tindakan sederhana untuk melatih kemampuan mengelola

  1. Cleaning as we go. Bersihkan tempat yang kita diami lebih rapih dan lebih bersih. Bekas makanan dan minuman, tidak meyampah di bioskop dan tempat umum. Bersihkan dan rapihkan benda yang kita pinjam dari orang lain.
  2. Make notes. Catat apa yang kita punya dan kewajiban yang harus kita lakukan. Don’t trust your brain, make notes. Kebiasaan mencatat akan menolong kita. Otak kita memang tidak terbatas, namun akan sia-sia apabila kita pergunakan untuk mengingat sesuatu. Gunakan otak kita untuk berpikir dan simpan hal-hal yang harus kita ingat di catatan.
  3. Setia dalam hal kecil. Janga kecil hati apabila kita dipercaya akan hal kecil, mengelola hal kecil merupakan latihan untuk mengelola hal besar. Tanggung jawab sekecil apapun harus kita kerjakan sebaik mungkin.

Until you get the chance to do great things, do all the small things the great way. – Ps. Jose Carol

Reference: Manage it or Lose it – Ps. Jeffrey Rachmat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *