Talk: Bina Guru Sekolah Minggu GKI Gunung Sahari, Generasi Z dan Alfa

Materi ini saya bawakan di pembinaan Guru Sekolah Minggu (GSM) di GKI Gunung Sahari pada 27 Januari 2019. Saya mengapresiasi Komisi Anak GKI Gunung Sahari yang tanggap terhadap perubahan zaman. Dimana anak sekolah minggu pada zaman ini berbeda dengan zaman dahulu sehingga akan sulit untuk mengajari mereka tentang Firman Tuhan apabila kita tidak mengenal karakter dan masih hanya mengandalkan cara lama dalam mengajar. Berikut ringkasan dari sesi tersebut:

Tujuan dari sesi ini:

  1. GSM memahami teori generasi
  2. GSM memahami karakteristik setiap generasi khususnya generasi Z dan Alfa
  3. GSM mampu menjembatani perbedaan antar generasi

“It takes a village to raise a child” – African Proverbs
Pepatah Afrika di atas menjelaskan bahwa diperlukan satu desa untuk mendidik seorang anak. Karakter seorang anak dibentuk oleh kondisi/keadaan serta dibentuk oleh banyak orang di sekitarnya. Dalam konteks ini, seorang anak dibentuk di rumah, di sekolah dan di gereja serta di lingkungan di mana ia ada.

Mengenal spektrum generasi
Setiap generasi memiliki perbedaan karakteristik. Karakteristik tersebut menyebabkan adanya perbedaan pandangan hidup, pola komunikasi serta penggunaan teknologi. Perbedaan generasi tersebut terkadang menimbulkan tegangan/konflik di keluarga dan dalam konteks ini di sekolah minggu. Pada bagian ini akan diperkenalkan beberapa perbedaan-perbedaan tersebut dan bagaimana menyikapinya.

Mengenal Generasi Z dan Alfa
Sebelum bicara tentang mendidik karakter generasi Z dan Alfa, maka terlebih dahulu kita harus mengenal karakteristik mereka. Generasi Z adalah mereka yang lahir antara tahun 1995-2010, dan generasi Alfa adalah mereka yang lahir setelah tahun 2010. Orang tua generasi Alfa merupakan generasi milenial yang lahir pada tahun 1981-1995. Beberapa karakteristik orang tua milenial:

  1. Cenderung memberikan gadget dan screen kepada anaknya sebagai hiburan.
  2. Cenderung bertanya lebih banyak kepada Google tentang permasalahan anaknya ketimbang bertanya kepada orang tua.
  3. Cenderung mendokumentasikan kegiatan anaknya di sosial media.
  4. Cenderung membandingkan anaknya dengan anak lainnya melalui informasi yang diterima di media sosial

Karakteristik generasi Z akhir dan Alfa:

  1. Interaksi teknologi yang sudah bukan hanya melihat layar dan menekan tombol. Sehingga mereka menjadi generasi yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap teknologi.
  2. Merupakan generasi paling terdidik karena kecanggihan teknologi dan mudahnya mencari informasi lewat internet.
  3. Generasi yang cenderung optimis namun tidak gigih.

Pengaruh Teknologi
Teknologi telah mempengaruhi generasi Z dan Alfa, antara lain:

  1. Attention Span atau rentang perhatian gen Z dan alfa sangat terbatas. Bahkan tidak lebih dari 2-3 menit.
  2. Gen Z dan Alfa memiliki ekspektasi tinggi terhadap teknologi termasuk di lingkungan gereja.
  3. Teknologi menarik perhatian gen Z dan Alfa sedemikian hingga mereka cenderung melupakan kewajiban mereka.
  4. Teknologi memberikan mereka hubungan yang artificial (semu) dan tidak otentik.

Tantangan dari pengaruh teknologi ini adalah bagaimana pengajaran dan suasana di sekolah minggu dapat menarik perhatian mereka, menstimulus rasa ingin tahu mereka akan Firman Tuhan serta memberikan hubungan yang otentik.

Orang tua Millenial
Orang tua para generasi Z dan Alfa ini merupakan orang tua millenial yang memiliki karakteristik berbeda dengan orang tua terdahulu. Mereka lebih melek terhadap teknologi dan menggunakan media sosial secara masif. Tantangannya adalah bagaimana sekolah minggu mampu memperoleh kepercayaan orang tua millenial tersebut serta dapat bekerja sama dalam mendidik anak-anak generasi Z dan Alfa. Salah satu caranya adalah dengan membuat aktivitas bersama orang tua baik itu menggunakan teknologi atau permainan.

Tension diantara GSM yang berbeda generasi
Di GSM tentu terdapat perbedaan generasi juga. Hal ini terkadang menimbulkan tension/tegangan antar guru sekolah minggu. Cara mengajar GSM generasi X tentu berbeda dengan Generasi millenial dan Z. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang baik diantara generasi-generasi ini. Pada bagian ini akan diberikan cara praktis untuk mengelola sinergi ini. Sebagai contoh, GSM generasi Y dan Z mampu membuat animasi atau slideshow pengajaran yang menarik yang diimbangi dengan pengalaman mengajar generasi X.

Keteladanan GSM
Zaman dapat berubah dengan perkembangan pesatnya, namun keteladanan otentik seorang guru tidak dapat tergantikan. Secanggih apapun teknologi, kehadiran seorang guru sekolah minggu yang menghidupi iman yang ia ajarkan tetap diperlukan dalam perkembangan iman seorang anak. Oleh karena itu, GSM harus menghidupi imannya dengan baik dan menjadi teladan bagi anak sekolah minggu. Pada bagian ini akan ditekankan bagaimana seorang GSM harus terus mau belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Slide dapat diunduh di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *